Masyarakat Papua dan Papua Barat Tolak Rayakan Hari OPM - Harian Papua

Breaking

Senin, 25 November 2019

Masyarakat Papua dan Papua Barat Tolak Rayakan Hari OPM

Kelompok makar dan separatis seperti West Papua New Guinea dan Organisasi Papua Merdeka (OPM) berencana akan merayakan hari kemerdekaan mereka masing-masing pada tanggal 27 November 2019 dan 1 Desember 2019.
.
 Sejatinya, rencana mereka tidak mendapatkan sambutan dari masyarakat di tanah Papua dan Papua Barat, bahkan beberapa tokoh masyarakat akan berusaha menegur kelompok manapun yang akan menggelar aksi memperingati HUT OPM 1 Desember 2019, karena masyarakat Papua dan Papua Barat tidak mau menjadi korban provokasi dan tidak ingin melakukan tindakan yang masuk ke ranah makar.


.
Tak hanya pemerintah, tokoh agama di Papua juga menghimbau agar masyarakat tidak turut dalam merayakan kegiatan yang melawan kedaulatan Republik Indonesia tersebut. Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (NU) Kota Jayapura KH Abdul Kahar Yelipele mengajak segenap warga di Provinsi Papua dan Kota Jayapura menjaga kedamaian dan hidup rukun.
.
Warga dan umat beragama jangan terhasut dan terprovokasi dengan ajakan yang tidak bertanggung jawab karena bisa merusak persaudaraan dan kedamaian.
.
Pemuka agama Kristen dan Katolik juga berpikiran sama. Mereka mengajak masyarakat tak ikut dalam gerakan yang memecah belah masyarakat. Memasuki bulan Desember, umat Kristiani akan mempersiapkan Hari Natal. Oleh karena itu, sebaiknya fokus beribadah saja, daripada melakukan demonstrasi yang tak berguna seperti itu.
.
Oleh karena itu, semua umat harus beragama mendukung agar perayaan Natal bisa berlangsung aman dan nyaman, serta penuh hikmat.
.
Selain itu, masyarakat umum juga menolak perayaan ini. Kalau dihitung, sebenarnya hanya segelintir kecil masyarakat di Papua yang mendukung OPM. Karena faktanya mayoritas warga Papua justru menolak keberadaan kelompok separatis yang sering menyengsarakan masyarakat dan menghambat pembangunan tersebut.
.
Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebenarnya bukanlah berjuang atas nama Papua. Mereka hanyalah segelintir orang yang mengaku Papua, namun sebenarnya sedang dimanfaatkan oleh orang lain atau orang yang berkepentingan asing, dan menuntut pisah dari NKRI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar