Ondofolo Besar Papua : "Indonesia adalah sebuah anugerah bagi kita" - Harian Papua

Breaking

Senin, 25 November 2019

Ondofolo Besar Papua : "Indonesia adalah sebuah anugerah bagi kita"

Ondofolo Besar Papua : "Indonesia adalah sebuah anugerah bagi kita"

Bagi Hendrik Yance Udam, tahun 2019 merupakan tahun yang memberi kesan yang mendalam. Ia sedang berjuang membangun persepsi akan pentingnya mencintai Indonesia bagi semua orang dengan berbagai perbedaan suku, agama dan budaya serta profesi demi keutuhan NKRI.
.
Pria yang biasa dipanggil Bung HYU ini adalah tokoh nasional asal Papua tidak bergerak sendiri. Bersama kolega dan kelompok nasionalis lainnya membentuk Gerakan Rakyat Cinta (Gercin) Indonesia pada Agustus 2019 lalu. Namun baru beranjak usia 4 bulan Gercin Indonesia sudah tumbuh pesat membedah dan memberikan sumbangsih suara kepada bangsa akan keyakinan mencintai negeri Indonesia.
.
Pria asli Papua ini dipercaya menjadi nakhoda organisasi Gercin Indonesia, kerap kali diundang manjadi pembicara di organisasi masyarakat maupun lembaga pemerintah untuk menyampaikan hasrat kesatuan dan persatuan bangsa.
.
“Indonesia adalah sebuah anugerah bagi kita, ragam budaya, suku dan bahasa, dari negeri kita terbit cakrawala keindahan nusantara, dan dunia sudah mengakuinya, mengapa kita harus memecah belah semuanya? Bukankah kita lahir dari ibu pertiwi ini, alangkah dangkalnya langkah-langkah untuk menghancurkan, kita harus bersatu jiwa terikat satu sama lain menjaga benteng pusaka yaitu NKRI, Jiwa ini adalah Pancasila Tak ada yang bisa mengubahnya,” kata Hendrik Yance Udam, lulusan kursus Lemhanas bagi kalangan pemuda dan mahasiswa angkatan VI tahun 2013 ini di Jakarta, Sabtu (23/11).
.
Hendrik Yance Udam kelahiran Griminawa, Abepura, Jayapura. Aktivitasnya yang penuh gelora kepada NKRI di Jakarta, membawa suaranya bergema sampai tanah kelahiran, akhirnya ia mendapat perhatian penuh dari pemimpin adat tertinggi (Ondofolo) dan kepala adat masyarakat (Sosero) wilayah tanah Tabi distrik Waibu - Doyo lama Sentani, Jayapura.
.
HYU ditabiskan sebagai Anak Dobontoro (Robonsolo) dan diberi gelar Ondofolo Besar atau disebut Panglima pada tanggal 8 November 2019. Sebagai Ondofolo Besar HYU dipercayakan menjadi pengayom dan pembina masyarakat adat serta melindungi seluruh tanah Tabi  dan tanah Papua secara umum.
.
Kepala suku/Ondoafi Wilayah Adat Griminawa bagian dari wilayah adat Tabi Provinsi Papua, Martinus Kasuai menyampaikan, prosesi pemberian gelar adat dari masyarakat adat suku Sentani kepada HYU sebagai putra terbaik masyarakat adat Griminawa Provinsi Papua.
.
Momen ini merupakan hal yang langka di jaman sekarang. Sebeb, HYU adalah seorang pemimpin dan tokoh muda asli Papua yang sangat fenomenal, yang lahir di saat konflik yang berkepanjangan serta krisis kepemimpinan di tanah Papua.
.
“Saya sebagai kepala suku dan juga Ondoafi di wilayah adat griminawa mewakili kepala suku serta Ondoafi yang ada mengucapkan banyak terima kasih kepada dewan adat suku Sentani. Dalam hal ini masyarakat adat Doyo yang sudah mempercayakan gelar adat Kepada anak kami HYU,” jelasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar