Kapal Penumpang di Provinsi Papua Kembali di Buka - Harian Papua

Breaking

Minggu, 14 Juni 2020

Kapal Penumpang di Provinsi Papua Kembali di Buka

Kapal Penumpang di Provinsi Papua Kembali di Buka

Jajaran Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Pomako Timika, Papua melakukan berbagai bersiapan dan antisipasi sehubungan segera beroperasinya kembali pelayaran kapal penumpang PT Pelni (Persero) di wilayahnya.

KUPP Pomako, Husni Anwar Tinota, di Timika mengatakan, jajarannya mendukung penuh dibukanya kembali pelayaran kapal penumpang Pelni di Pelabuhan Pomako agar warga masyarakat yang hendak bepergian ke luar daerah maupun yang datang dari daerah lain bisa terlayani.

“Pada prinsipnya kami mendukung penuh beroperasinya kembali pelayaran kapal Pelni di Pelabuhan Pomako Timika. Tentu kami akan terus berkoordinasi dengan pihak Pelni Cabang Timika dan Kepolisian Sektor Pelabuhan Pomako bagaimana merancang protokol kesehatan yang akan diberlakukan kepada para penumpang baik yang hendak turun dari kapal maupun yang akan berangkat dengan kapal,” kata Husni, Sabtu (13/6/2020).

Ia mengakui pelayanan bagi penumpang kapal Pelni di Pelabuhan Pomako, Timika, Papua hingga saat ini belum bisa maksimal lantaran gedung terminal penumpang yang masih rusak dan sangat tidak memadai.

Meski menghadapi situasi dan kondisi itu, katanya, para penumpang yang hendak berangkat maupun yang turun dari kapal tetap akan diatur dengan sebaik-baiknya untuk menjaga jarak fisik dan jarak sosial, tidak berkerumun, menggunakan masker untuk menghindari paparan virus korona.

“Nantinya semua penumpang yang hendak turun dari kapal maupun yang akan naik ke kapal akan diperiksa, termasuk mengecek kondisi suhu tubuh mereka. Sedapat mungkin kami juga akan menyediakan tempat cuci tangan,” jelasnya.

Hingga kini Pelni Cabang Timika masih menunggu jadwal pelayaran kapal penumpang ke Pelabuhan Pomako Timika Papua.

Husni berharap Pelni sudah mulai melakukan sosialisasi segala persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon penumpang yang hendak berangkat menggunakan jasa pelayaran kapal Pelni seperti surat rekomendasi perjalanan dan bebas COVID-19 dan lainnya.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, katanya, sudah menginstruksikan agar penumpang kapal Pelni hanya perlu mengurus surat keterangan bebas COVID-19 yang dibuktikan dengan hasil pemeriksaan cepat (rapid test), bukan hasil pemeriksaan PCR.

Terkait hal itu, Husni meminta kebijaksanaan Pemkab Mimika Papua melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian COVID-19 agar mempertimbangkan masa waktu berlakunya surat keterangan bebas COVID-19 hasil pemeriksaan cepat yang hanya berlaku selama satu minggu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar